Dorong Gerakan Keluarga Tangguh, Mahasiswa STIT Raden Wijaya Ajak Perempuan Sambiroto untuk Bangun Program Parenting Berkelanjutan

Foto bersama narasumber Devi Akta Pratiwi, M.Psi. (tengah) di Balai Desa Sambiroto pada Sabtu (23/08/2025). (STIT Raden Wijaya/ Tim Dokumentasi KKN Desa Sambiroto)

STIT Raden Wijaya, Kab. Mojokerto – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Raden Wijaya Mojokerto menginisiasi sebuah workshop bertema “Dari Hati ke Hati: Workshop Parenting untuk Perempuan Inspiratif” di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 23–24 Agustus 2025, dan diikuti oleh perwakilan organisasi perempuan setempat, seperti PKK, kader, Muslimat, Fatayat, dan Bina Keluarga Balita (BKB).

Workshop ini dirancang untuk memberikan ruang belajar sekaligus praktik bagi para perempuan Sambiroto dalam memperkuat peran mereka di bidang pengasuhan. Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak menyusun rencana konkret untuk melahirkan program parenting berkelanjutan di desa.

Strategi Pengasuhan dan Inspirasi Lokal

Hari pertama workshop diisi dengan tiga sesi. Dua sesi awal dipandu oleh Devi Akta Pratiwi, M.Psi, yang membawakan materi tentang strategi pengasuhan efektif untuk menumbuhkan karakter remaja yang empati. Materi ini kemudian dilanjutkan dengan role play, sebuah simulasi yang memungkinkan peserta mencoba langsung berbagai pendekatan pengasuhan dalam situasi sehari-hari.

Di sesi ketiga, suasana dibuat lebih personal dengan hadirnya kisah inspiratif parenting dari warga Sambiroto sendiri, Lilik Nadzifah. Pengalaman nyata ini memberi gambaran bagaimana pengasuhan bisa dijalani dengan kearifan lokal, kesabaran, serta konsistensi.

Foto bersama narasumber Eva Putriya Hasanah, M.Sos. (tengah) di Balai Desa Sambiroto pada MInggu (24/08/2025). (STIT Raden Wijaya/ Tim Dokumentasi KKN Desa Sambiroto)

Merancang Program Parenting Berkelanjutan

Pada hari kedua, fokus bergeser ke arah penguatan kapasitas peserta dalam menyusun program. Eva Putriya Hasanah, M.Sos, memandu dua sesi sekaligus. Sesi pertama membahas konsep program parenting berkelanjutan, sementara sesi kedua berlangsung dalam bentuk diskusi interaktif.

Peserta diajak untuk merancang program nyata yang dapat diterapkan di Sambiroto, dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada di tingkat desa maupun organisasi perempuan. Dari diskusi ini, muncul gagasan-gagasan mengenai pendampingan keluarga, kelas parenting rutin, hingga program berbasis komunitas yang melibatkan lintas generasi.

Metode Partisipatif

Ketua KKN, Abidatul Makhfudzoh, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang melalui proses pendekatan berbasis Asset Based Community Development (ABCD), sebuah metode yang menekankan pemetaan dan pemanfaatan potensi lokal yang sudah ada di masyarakat.

“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti pada dua hari saja. Akan lahir program nyata yang dilaksanakan oleh organisasi perempuan di Sambiroto, sehingga penguatan keluarga bisa berjalan berkesinambungan,” ujarnya.

Menuju Dampak Jangka Panjang

Meski baru tahap awal, inisiatif ini dianggap penting karena menempatkan perempuan desa sebagai aktor utama dalam membangun kualitas keluarga. Dengan memberi bekal pengetahuan, praktik, dan perencanaan program, workshop ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya gerakan berkelanjutan di bidang parenting.

Bagi masyarakat Sambiroto, acara ini juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antara mahasiswa, praktisi, dan komunitas lokal bisa menghasilkan gagasan baru. Dari ruang belajar dua hari ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga dorongan untuk bergerak bersama merancang masa depan pengasuhan di desanya. (eva/ska)