
STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Sosial dengan tema “Peran Mahasiswa dan Lembaga Pendidikan dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN)” pada Jumat (25/08/2023). Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto dan diikuti oleh mahasiswa Prodi PAI sebagai bagian dari penguatan kesadaran sosial dan tanggung jawab generasi muda.
Forum Kajian Sosial ini dilaksanakan sebagai upaya preventif dalam membangun pemahaman mahasiswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya keterlibatan aktif dunia pendidikan dalam program P4GN. Mahasiswa dipandang sebagai kelompok strategis yang tidak hanya rentan terhadap ancaman narkoba, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai agen perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, pemateri dari BNN Kota Mojokerto menjelaskan berbagai bentuk dan jenis narkoba yang beredar di masyarakat, dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum bagi penyalahguna dan pengedar narkoba. Selain itu, disampaikan pula data dan tren penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan usia produktif yang menjadi perhatian serius pemerintah.
Pemateri menekankan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan aparat penegak hukum. Kampus, menurutnya, memiliki peran penting sebagai ruang edukasi dan pembentukan karakter, sehingga mahasiswa perlu dibekali pengetahuan dan sikap tegas dalam menolak narkoba.
Forum kajian berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar strategi pencegahan narkoba di lingkungan kampus, peran organisasi mahasiswa dalam P4GN, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitar mereka.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa keterlibatan mereka dalam P4GN tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor kampus bersih narkoba serta menyebarkan nilai-nilai hidup sehat dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Prodi PAI STIT Raden Wijaya Mojokerto memandang kegiatan Forum Kajian Sosial ini sebagai bagian dari penguatan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tantangan sosial kontemporer. Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk kesadaran moral dan sosial mahasiswa sebagai calon pendidik dan pemimpin masa depan.
Dengan terselenggaranya forum ini, STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba. (eva/ska)
