Perkuat Peran Pemimpin Moderat, STIT Raden Wijaya Soroti Konflik Sosial Keagamaan

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Kepemimpinan dengan tema “Peran Pemimpin dalam Pencegahan dan Penyelesaian Konflik Sosial Keagamaan” pada Jumat (14/06/2024). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Anas Amin Alamsyah, M.Ag., sebagai pemateri dan diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan kepemimpinan yang responsif terhadap isu-isu sosial keagamaan.

Forum Kajian Kepemimpinan ini dilaksanakan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai peran strategis pemimpin dalam mengelola perbedaan dan mencegah konflik sosial berbasis keagamaan. Di tengah masyarakat Indonesia yang plural, kepemimpinan yang moderat, adil, dan berorientasi pada dialog menjadi kebutuhan penting dalam menjaga harmoni sosial.

Dalam pemaparannya, Dr. Anas Amin Alamsyah, M.Ag., menjelaskan bahwa konflik sosial keagamaan sering kali dipicu oleh kesalahpahaman, eksklusivisme, serta lemahnya komunikasi antar kelompok. Oleh karena itu, pemimpin dituntut memiliki kemampuan membaca situasi sosial, membangun dialog lintas kelompok, serta mengambil langkah preventif sebelum konflik berkembang lebih luas.

“Pemimpin harus hadir sebagai penengah, bukan provokator. Pencegahan konflik membutuhkan sikap bijak, keteladanan moral, dan keberanian untuk mengedepankan kepentingan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya nilai moderasi beragama dalam kepemimpinan sosial. Moderasi dipandang sebagai pendekatan yang mampu menjembatani perbedaan, menolak ekstremisme, serta memperkuat semangat kebangsaan. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan oleh mahasiswa sebagai calon pemimpin di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Forum berlangsung secara dialogis dan partisipatif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pandangan terkait kasus-kasus konflik sosial keagamaan yang terjadi di berbagai daerah. Diskusi ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan solutif dalam menyikapi persoalan sosial secara dewasa dan berkeadaban.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Forum Kajian Kepemimpinan ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wahana refleksi bersama mengenai tanggung jawab moral pemimpin dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat beragama.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang memiliki kapasitas kepemimpinan berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan. Forum Kajian Kepemimpinan diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang mampu mencegah konflik, menyelesaikan persoalan sosial secara dialogis, serta berkontribusi aktif dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. (eva/ska)