Perkuat Kesadaran Akan Kesehatan Mental, STIT Raden Wijaya Gelar Forum Kajian Psikologi Islam

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Psikologi Islam dengan tema “Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi dan Nilai-Nilai Islam” pada Jumat (19/07/2024). Kegiatan ini menghadirkan Satria Kamal Akhmad, M.Si., sebagai pemateri dan diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pemahaman holistik tentang kesehatan mental di lingkungan akademik.

Forum Kajian Psikologi Islam ini dilaksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda dan mahasiswa. Kesehatan mental dipandang sebagai aspek penting dalam menunjang keberhasilan akademik, kualitas relasi sosial, serta keseimbangan kehidupan pribadi dan spiritual.

Dalam pemaparannya, Satria Kamal Akhmad, M.Si., menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kondisi psikologis individu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial, lingkungan, dan spiritual. Oleh karena itu, pendekatan psikologi modern perlu dipadukan dengan nilai-nilai Islam agar mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh dan bermakna.

“Kesehatan mental dalam Islam tidak terlepas dari keseimbangan antara akal, jiwa, dan spiritualitas. Nilai sabar, syukur, tawakal, dan ikhtiar memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan batin,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemateri menguraikan berbagai tantangan kesehatan mental yang kerap dihadapi mahasiswa, seperti tekanan akademik, kecemasan, stres, serta persoalan identitas diri. Mahasiswa diajak untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan mental sejak dini dan tidak ragu mencari bantuan melalui pendekatan profesional maupun dukungan sosial dan spiritual.

Forum berlangsung secara dialogis dan interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait isu kesehatan mental di lingkungan kampus. Diskusi ini mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka, empatik, dan saling mendukung dalam menciptakan suasana akademik yang sehat secara psikologis.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Forum Kajian Psikologi Islam ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wahana refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari tanggung jawab diri dan sosial.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan aspek akademik, psikologis, dan spiritual dalam proses pendidikan. Forum Kajian Psikologi Islam diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kesadaran dan keterampilan dasar dalam menjaga kesehatan mental, sekaligus menginternalisasi nilai-nilai Islam sebagai sumber kekuatan dan ketenangan hidup. (eva/ska)