Ibadah dan Dukungan Sosial Jadi Kunci Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Islam

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto kembali menyelenggarakan kegiatan akademik di luar kelas melalui Forum Kajian Psikologi Islam dengan tema “Peran Ibadah, Doa, dan Dukungan Sosial dalam Menjaga Kesehatan Mental”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (13/12/2024) dan menghadirkan Devi Akta Pratiwi, M.Psi. sebagai pemateri.

Forum kajian ini bertujuan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kesehatan mental yang tidak hanya ditinjau dari aspek psikologis, tetapi juga diperkaya dengan nilai-nilai spiritual Islam dan kekuatan relasi sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Devi Akta Pratiwi menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tekanan akademik, relasi sosial, serta kondisi spiritual seseorang. Menurutnya, pendekatan Psikologi Islam menawarkan sudut pandang yang lebih holistik karena memadukan dimensi psikologis, spiritual, dan sosial secara seimbang.

“Ibadah dan doa bukan sekadar ritual, tetapi memiliki fungsi terapeutik yang dapat menenangkan jiwa, memperkuat ketahanan mental, serta membantu individu menghadapi stres dan kecemasan,” jelas Devi. Ia juga menambahkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan kampus berperan penting dalam proses pemulihan dan pemeliharaan kesehatan mental.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan terkait cara mengelola stres, menghadapi tekanan hidup, serta membangun kesehatan mental yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Diskusi tersebut menunjukkan antusiasme mahasiswa dalam memahami isu kesehatan mental yang semakin relevan di tengah tantangan kehidupan modern.

Forum Kajian Psikologi Islam ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi PAI STIT Raden Wijaya Mojokerto dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual dan aplikatif. Melalui kegiatan akademik di luar kelas, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam menghadapi persoalan psikologis dan sosial.

Dengan terselenggaranya forum kajian ini, diharapkan mahasiswa semakin memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental secara komprehensif, serta mampu mempraktikkan nilai ibadah, doa, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan psikologis pribadi maupun masyarakat. (eva/ska)