Dari Wacana ke Aksi, STIT Raden Wijaya Dorong Implementasi Nilai Ekoteologi

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Upaya pelestarian lingkungan hidup membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak melalui tindakan nyata yang berkelanjutan. Menyikapi hal tersebut, STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Ekoteologi dan Krisis Lingkungan dengan tema “Implementasi Nilai Ekoteologi dalam Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan” pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Eva Putriya Hasanah, M.Sos. sebagai pemateri.

Forum ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada pemahaman konseptual mengenai ekoteologi, tetapi mampu menerjemahkan nilai-nilai keagamaan ke dalam praktik konkret pelestarian lingkungan. Nilai ekoteologi dipandang sebagai dasar etis dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab ekologis di tengah krisis lingkungan yang kian kompleks.

Dalam pemaparannya, Eva Putriya Hasanah menjelaskan bahwa implementasi nilai ekoteologi harus dimulai dari perubahan perilaku individu, kemudian diperluas ke ranah komunitas dan kelembagaan. Menurutnya, aksi nyata pelestarian lingkungan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, seperti pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta keterlibatan dalam gerakan lingkungan berbasis masyarakat.

“Nilai-nilai keagamaan akan memiliki dampak nyata ketika diterjemahkan dalam tindakan konkret. Kesadaran ekologis harus dibangun melalui praktik sehari-hari yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, komunitas sosial, dan masyarakat dalam menjalankan aksi pelestarian lingkungan. Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, advokasi, dan gerakan sosial yang berbasis nilai.

Forum kajian berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa aktif menyampaikan gagasan dan pengalaman terkait praktik pelestarian lingkungan, serta mendiskusikan tantangan dalam mengimplementasikan nilai ekoteologi di lingkungan kampus dan masyarakat.

Forum Kajian Ekoteologi dan Krisis Lingkungan ini merupakan bagian dari kegiatan akademik di luar kelas yang secara konsisten diselenggarakan oleh STIT Raden Wijaya Mojokerto. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran ekologis yang aplikatif dan mampu berperan sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan nilai keislaman, kepedulian lingkungan, dan aksi sosial dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.