
STIT Raden Wijaya, Mojokerto – Kemampuan menulis dan mengelola informasi menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa di era digital. Menyadari pentingnya kompetensi tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Desain dan Jurnalistik STIT Raden Wijaya Mojokerto menggelar Pelatihan Jurnalistik pada Kamis (21/5/2026) di Ruang A STIT Raden Wijaya.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut menghadirkan Ahsanul Anam, S.Th.I., M.Fil.I. sebagai pemateri. Pelatihan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat dalam bidang kepenulisan, media, dan publikasi informasi.
Pelatihan jurnalistik ini merupakan bagian dari upaya UKM Desain dan Jurnalistik untuk membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menyampaikan informasi secara akurat, objektif, dan menarik. Di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui berbagai platform digital, kemampuan jurnalistik dinilai semakin relevan dan dibutuhkan oleh generasi muda.
Dalam sambutannya, pengurus UKM Desain dan Jurnalistik menyampaikan bahwa jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan profesi wartawan, tetapi juga menjadi keterampilan dasar yang dapat membantu mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun sosial.
“Mahasiswa sering berhadapan dengan berbagai informasi dan kegiatan yang perlu didokumentasikan serta dipublikasikan. Karena itu, kemampuan menulis berita dan menyampaikan informasi secara baik menjadi keterampilan yang sangat penting,” ujarnya.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik, mulai dari pengertian berita, nilai berita, teknik pengumpulan data, hingga cara menyusun tulisan yang informatif dan mudah dipahami pembaca. Pemateri juga menjelaskan pentingnya prinsip akurasi, verifikasi, dan objektivitas dalam setiap proses penulisan berita.
Menurut Ahsanul Anam, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memproduksi informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.
“Di era media sosial, setiap orang bisa menjadi penyebar informasi. Namun tidak semua informasi yang beredar memiliki kualitas yang baik. Di sinilah pentingnya memahami prinsip-prinsip jurnalistik agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan bermanfaat,” jelasnya.
Selain membahas teori jurnalistik, peserta juga diajak memahami teknik penulisan berita yang efektif. Materi mencakup penyusunan judul yang menarik, penggunaan prinsip 5W+1H, hingga cara menyusun paragraf pembuka yang mampu menarik perhatian pembaca. Peserta juga diberikan contoh-contoh berita untuk dianalisis bersama sehingga lebih mudah memahami penerapan teori dalam praktik.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik wawancara, cara mencari ide tulisan, hingga strategi menulis berita yang sesuai dengan kebutuhan media digital saat ini. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme peserta untuk memperdalam keterampilan jurnalistik.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan yang dapat mendukung aktivitas organisasi maupun kebutuhan akademik. Keterampilan jurnalistik juga dinilai dapat membantu mahasiswa dalam membangun kemampuan berpikir kritis, melakukan analisis informasi, serta mengomunikasikan gagasan secara sistematis.
Pelatihan Jurnalistik ini sekaligus menjadi wujud komitmen STIT Raden Wijaya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada penguatan akademik, kampus juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam bidang keilmuan, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi yang kritis, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat luas. (eva/ska)
