Bekali Mahasiswa dengan Metode ABCD, STIT Raden Wijaya Mojokerto Gelar Pembekalan KKN

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya Mojokerto, Dr. Drs. H. Imron Rosyadi, SH., MH., memberikan arahan kepada mahasiswa dalam kegiatan Pembekalan KKN Tahun 2026 pada Senin (13/07/2026). (Humas)

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — STIT Raden Wijaya Mojokerto menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di masyarakat. Kegiatan pembekalan berlangsung selama dua hari, 13–14 Juli 2026, sebagai persiapan sebelum mahasiswa terjun langsung ke lokasi KKN.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua STIT Raden Wijaya Mojokerto, Dr. Drs. H. Imron Rosyadi, SH., MH. Dalam pembukaannya, mahasiswa diarahkan untuk menjadikan KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga ruang untuk belajar memahami masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai potensi yang dimiliki.

Materi pembekalan disusun untuk memberikan kesiapan teknis dan metodologis kepada mahasiswa. Salah satu materi utama yang diberikan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang disampaikan oleh Satria Kamal Akhmad, M.Si. Metode ini memperkenalkan pendekatan pengembangan masyarakat dengan bertumpu pada aset, potensi, dan sumber daya yang telah dimiliki oleh masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya melihat persoalan yang ada di tengah masyarakat, tetapi juga mampu mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Dengan demikian, program KKN dapat dirancang berdasarkan kondisi, kebutuhan, serta kekuatan masyarakat di lokasi pengabdian.

Selain pembekalan metode pengabdian, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai teknik penulisan laporan KKN yang disampaikan oleh Muhammad Taufiqurrahman, M.Pd. Materi ini memberikan panduan kepada mahasiswa dalam mendokumentasikan proses, kegiatan, hasil, serta refleksi selama pelaksanaan KKN secara sistematis dan sesuai ketentuan akademik.

Pembekalan ini menjadi tahap awal sebelum mahasiswa melaksanakan KKN yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan maupun pembekalan.

Melalui kegiatan ini, STIT Raden Wijaya Mojokerto berupaya memastikan mahasiswa memiliki kesiapan sebelum melaksanakan pengabdian. KKN diharapkan menjadi pengalaman akademik sekaligus proses pembelajaran sosial yang mendorong mahasiswa untuk mampu beradaptasi, bekerja sama, mengidentifikasi potensi lokal, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (eva/ska)