Etika Lingkungan dalam Islam, STIT Raden Wijaya Tekankan Konsumsi Berkelanjutan

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Persoalan lingkungan hidup tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis dan kebijakan, tetapi juga menyangkut etika dan kesadaran moral manusia. Dalam rangka memperkuat pemahaman tersebut, STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Ekoteologi dan Krisis Lingkungan dengan tema “Etika Lingkungan dalam Islam: Konsumsi Berkelanjutan dan Kesadaran Ekologis” pada Jumat (19/09/2025). Kegiatan ini menghadirkan Dr. M. Fatih, M.Fil.I. sebagai pemateri.

Forum ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai Islam, khususnya terkait pola konsumsi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Islam dipandang memiliki ajaran etis yang kuat dalam mengatur relasi manusia dengan alam, termasuk dalam aspek penggunaan sumber daya secara bijak dan proporsional.

Dalam pemaparannya, Dr. M. Fatih menjelaskan bahwa etika lingkungan dalam Islam berangkat dari prinsip keseimbangan (mizan), keadilan, dan larangan berbuat kerusakan di muka bumi. Pola konsumsi berlebihan, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis moral dalam kehidupan modern.

“Islam mengajarkan sikap wasathiyah atau moderasi dalam konsumsi. Kesadaran ekologis harus dimulai dari perubahan perilaku individu, termasuk dalam memilih, menggunakan, dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kesadaran ekologis tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik nyata di lingkungan kampus dan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya ramah lingkungan melalui pendidikan, keteladanan, dan kebijakan institusional yang berkelanjutan.

Forum kajian ini berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan mahasiswa. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan terkait implementasi konsumsi berkelanjutan, peran umat Islam dalam menjaga lingkungan, serta tantangan membangun kesadaran ekologis di tengah budaya konsumtif.

Forum Kajian Ekoteologi dan Krisis Lingkungan ini merupakan bagian dari kegiatan akademik di luar kelas yang secara konsisten diselenggarakan oleh STIT Raden Wijaya Mojokerto. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif dan sikap etis dalam merespons persoalan lingkungan hidup.

Dengan terselenggaranya forum ini, STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kepedulian lingkungan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.