Kepemimpinan di Era Digital Jadi Sorotan dalam Forum Kajian Kepemimpinan Mahasiswa STIT Raden Wijaya

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Kepemimpinan dengan tema “Tantangan dan Peluang Kepemimpinan di Era Digital dan Media Sosial” pada Jumat (15/03/2024). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Anas Amin Alamsyah, M.Ag., sebagai pemateri dan diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan kepemimpinan di tengah transformasi digital.

Forum Kajian Kepemimpinan ini dilaksanakan untuk merespons perubahan lanskap kepemimpinan yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan media sosial. Mahasiswa dipandang perlu memahami bagaimana dinamika ruang digital membentuk pola komunikasi, citra kepemimpinan, serta hubungan antara pemimpin dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dr. Anas Amin Alamsyah, M.Ag., menjelaskan bahwa era digital menghadirkan peluang besar bagi para pemimpin untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka, cepat, dan partisipatif. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi sarana strategis dalam menyampaikan gagasan, menggerakkan partisipasi publik, serta memperluas jangkauan pengaruh kepemimpinan.

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan di era digital tidak lepas dari berbagai tantangan. Maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan budaya komunikasi instan menuntut pemimpin untuk memiliki literasi digital yang baik serta kemampuan mengelola informasi secara bijak.

“Pemimpin di era media sosial harus mampu menjaga integritas, konsistensi sikap, dan etika komunikasi. Setiap pernyataan dan tindakan di ruang digital memiliki dampak luas dan cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemateri menekankan pentingnya kecerdasan emosional, tanggung jawab moral, dan kepekaan sosial sebagai fondasi kepemimpinan digital. Teknologi, menurutnya, seharusnya menjadi alat untuk memperkuat nilai-nilai kepemimpinan, bukan sebaliknya.

Forum berlangsung secara dialogis dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam organisasi kemahasiswaan. Diskusi ini mendorong mahasiswa untuk merefleksikan peran mereka sebagai generasi digital yang memiliki potensi besar sekaligus tanggung jawab dalam membangun ruang digital yang sehat.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Forum Kajian Kepemimpinan ini tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga wahana pembelajaran kontekstual yang mengaitkan teori kepemimpinan dengan realitas sosial di era digital.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya dalam menyiapkan mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Forum Kajian Kepemimpinan diharapkan mampu melahirkan calon pemimpin yang cakap secara digital, beretika dalam bermedia sosial, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan organisasi dan masyarakat. (eva/ska)