
STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Kepemimpinan dengan tema “Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam dan Realitas Sosial Kontemporer” pada Jumat (19/04/2024). Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Fatayat Kota Mojokerto dan diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan wawasan kepemimpinan yang berkeadilan gender dan kontekstual.
Forum Kajian Kepemimpinan ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi akademik mengenai peran dan posisi perempuan dalam kepemimpinan, baik dalam perspektif ajaran Islam maupun dalam realitas sosial masyarakat saat ini. Di tengah berkembangnya wacana kesetaraan dan keadilan gender, mahasiswa diajak untuk memahami isu kepemimpinan perempuan secara utuh, proporsional, dan berbasis nilai-nilai keislaman.
Pemateri dari Fatayat Kota Mojokerto dalam paparannya menjelaskan bahwa Islam memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berperan aktif di ranah publik, termasuk dalam kepemimpinan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Kepemimpinan perempuan, menurutnya, perlu dipahami tidak hanya melalui pendekatan teks, tetapi juga konteks sosial yang terus berkembang.
“Perempuan memiliki potensi kepemimpinan yang kuat, baik dari sisi intelektual, emosional, maupun sosial. Tantangannya adalah bagaimana ruang-ruang kepemimpinan tersebut dapat diakses secara adil dan bermartabat,” ungkap pemateri.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa realitas sosial kontemporer menunjukkan semakin banyak perempuan yang tampil sebagai pemimpin di berbagai sektor. Namun demikian, masih terdapat tantangan budaya, stigma, dan konstruksi sosial yang membatasi peran perempuan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang inklusif dan berkeadilan dalam memandang kepemimpinan perempuan.
Forum berlangsung secara dialogis dan partisipatif. Mahasiswa aktif menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta refleksi terkait pengalaman kepemimpinan perempuan di lingkungan kampus, organisasi, maupun masyarakat. Diskusi ini mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis dan terbuka terhadap perbedaan pandangan, sekaligus menjunjung nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Forum Kajian Kepemimpinan ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk kesadaran sosial mahasiswa terhadap isu-isu kepemimpinan dan gender.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang memiliki wawasan kepemimpinan inklusif dan berkeadilan. Forum Kajian Kepemimpinan diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi pemimpin yang menghargai peran perempuan dan mampu menjawab tantangan sosial kontemporer secara bijaksana. (eva/ska)
