PPL di MTs Nurul Jadid Berakhir, Mahasiswa STIT Raden Wijaya Tinggalkan Kesan Positif

Kelompok Mahasiswa PPL (beralmamater) berfoto bersama Kepala Madrasah, DPL (tengah), dan Dewan Guru (seragam putih) di MTs Nurul Jadid pada Senin (24/11/2025). (Dokumentasi: Kelompok Mahasiswa PPL)

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa STIT Raden Wijaya di MTs Nurul Jadid Kota Mojokerto resmi ditutup pada Senin (24/11/2025). Acara penutupan berlangsung hangat dan meriah dengan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Satria Kamal Akhmad, M.Si., Kepala MTs Nurul Jadid Kota Mojokerto, Ibu Hj. Khusnul Khotimah, M.Pd., para dewan guru dan staf, seluruh siswa MTs Nurul Jadid, serta keenam mahasiswa PPL yang telah melaksanakan tugasnya selama lebih dari satu bulan.

Kelompok mahasiswa PPL di MTs Nurul Jadid Kota Mojokerto yang beranggotakan Ela Nurul Fatimah, Nurul Aini, Farida Nurma Hani, Atik Kholifah, Fitria Nur Fadhilah, dan Nur Alina Puspitasari ini dinilai mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menunjukkan dedikasi tinggi selama proses pendampingan di madrasah. Tidak hanya berkegiatan di dalam kelas, mereka juga berbaur dengan dinamika madrasah melalui berbagai aktivitas pembiasaan, keagamaan, kedisiplinan, hingga kegiatan administrasi.

Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa turut mengikuti berbagai kegiatan harian dan rutin yang telah menjadi karakter khas MTs Nurul Jadid, mulai dari iftahussalam, upacara, apel, pensi, hingga aksi gizi. Mereka juga terlibat aktif dalam pembiasaan pagi yang meliputi pelaksanaan salat dhuha, pembacaan Surat Al-Waqi’ah dan istighosah, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Mulk, Rotibul Haddad, Yasin dan Tahlil, hingga pembiasaan membaca Surat Al-Kahfi, Khotmil Qur’an, diba’an, serta kegiatan ziarah maqam. Keseluruhan rangkaian ini memberi pengalaman spiritual dan sosial yang sangat penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik.

Selain itu, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan diri siswa, seperti pendampingan Character Building Training (CBT), serta turut menjadi dewan juri dalam berbagai lomba pada rangkaian Pekan Bulan Bahasa. Pada ranah pengelolaan sekolah, mereka ikut menata ulang buku-buku perpustakaan sesuai klasifikasi, melakukan pendampingan tahassus sebagai guru piket, serta membantu penataan berkas-berkas penting dalam persiapan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM). Keterlibatan dalam pekerjaan teknis dan administratif tersebut memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja seorang pendidik dan pengelola madrasah.

Dalam sambutannya, DPL menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa atas dedikasi dan semangat belajar yang tinggi selama PPL berlangsung. Ia menegaskan bahwa kegiatan PPL merupakan salah satu proses penting dalam melatih profesionalitas dan kepekaan sosial mahasiswa, serta menjadi jembatan antara teori perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan.

Selain itu, pihak sekolah yang diwakili oleh Kepala MTs Nurul Jadid Kota Mojokerto, dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada STIT Raden Wijaya atas kerja sama yang telah terjalin baik dan berharap sinergi ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Dengan berakhirnya kegiatan PPL ini, STIT Raden Wijaya Mojokerto kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang kompeten, religius, dan siap mengabdi untuk kemajuan pendidikan. PPL di MTs Nurul Jadid menjadi salah satu bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung penguatan pendidikan karakter, akademik, dan spiritual di lingkungan madrasah. (eva/ska)