Prodi PAI STIT Raden Wijaya Mojokerto Gelar Rapat Pembagian Mata Kuliah

Rapat Pembagian Mata Kuliah Prodi PAI pada Jum’at (29/08/2025) dihadiri oleh (dari kiri) Wakil Ketua II Bidang Kepegawaian, Keuangan dan Umum, Ahsanul Anam, S.Th.I., M.Fil.I., Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. H. Anas Amin Alamsyah, M.Pd., dan Ketua STIT Raden Wijaya, Dr. Drs. H. Imron Rosyadi, SH. MH., dan dipimpin oleh Ka. Prodi PAI, Muhammad Taufiqurrahman, M.Pd. (kanan).

STIT Raden Wijaya, Mojokerto – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menggelar rapat pembagian mata kuliah pada Jum’at (29/08/2025) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan perkuliahan semester ganjil dan genap. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan STIT Raden Wijaya dan seluruh dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Prodi PAI, Muhammad Taufiqurrahman, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan agenda ini bukan sekadar pembagian beban mengajar, melainkan langkah strategis untuk menjaga mutu akademik serta memastikan kesesuaian kompetensi dosen dengan mata kuliah yang diampu.

“Perencanaan pembagian mata kuliah sejak awal untuk semester ganjil dan genap Tahun Akademik 2025/2026 sangat penting agar proses perkuliahan berjalan efektif, terstruktur, dan sesuai dengan capaian pembelajaran program studi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengajaran. Menurutnya, kesiapan dosen dalam mengampu mata kuliah akan berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar serta mutu lulusan Prodi PAI.

Sementara itu, Ketua STIT Raden Wijaya Mojokerto, Dr. Drs. H. Imron Rosyadi, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat pembagian mata kuliah sebagai bagian dari penguatan tata kelola akademik di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa perencanaan akademik yang baik merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas institusi.

“Pembagian mata kuliah harus dilandasi semangat profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab. Dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan keilmuan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, dilakukan pemetaan mata kuliah untuk semester ganjil dan semester genap yang akan dilaksanakan sepanjang Tahun Akademik. Para dosen diberi ruang untuk menyampaikan masukan, menyesuaikan beban mengajar, serta mengonfirmasi kesiapan mengampu mata kuliah yang telah direncanakan.

Diskusi berlangsung secara dinamis dan konstruktif, mencerminkan semangat kolegialitas antar dosen. Beberapa peserta rapat juga memberikan saran terkait penguatan substansi perkuliahan, integrasi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran dalam perkuliahan PAI.

Melalui rapat pembagian mata kuliah ini, Program Studi PAI STIT Raden Wijaya Mojokerto berharap pelaksanaan perkuliahan pada semester ganjil dan genap Tahun Akademik dapat berjalan secara profesional, terencana, dan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas akademik dan layanan pendidikan kepada mahasiswa.

Rapat diakhiri dengan penetapan pembagian mata kuliah secara final serta penegasan peran dosen sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam mendukung visi dan misi STIT Raden Wijaya Mojokerto. (eva/ska)