
STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Psikologi Islam dengan tema “Stres, Kecemasan, dan Kesabaran: Pendekatan Psikologis dan Spiritualitas Islam” pada Jumat (23/08/2024). Kegiatan ini menghadirkan Devi Akta Pratiwi, M.Psi., sebagai pemateri dan diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pemahaman kesehatan mental berbasis nilai-nilai Islam.
Forum kajian ini diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya persoalan stres dan kecemasan yang kerap dialami mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tuntutan akademik, relasi sosial, dan perencanaan masa depan. Melalui integrasi pendekatan psikologi dan spiritualitas Islam, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif dalam menjaga dan mengelola kesehatan mental.
Dalam pemaparannya, Devi Akta Pratiwi, M. Psi. menjelaskan bahwa stres dan kecemasan merupakan kondisi psikologis yang umum dialami setiap individu. Namun demikian, kondisi tersebut perlu dikelola secara tepat agar tidak berkembang menjadi permasalahan psikologis yang lebih serius. Menurutnya, pendekatan psikologi modern dapat berjalan selaras dengan ajaran Islam dalam membantu individu mencapai ketenangan dan keseimbangan batin.
“Kesabaran dalam Islam bukan sikap pasrah tanpa usaha, melainkan kemampuan untuk mengelola emosi, bersikap tenang dalam berpikir, serta terus berikhtiar menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pemateri menguraikan sejumlah strategi pengelolaan stres dan kecemasan, antara lain dengan mengenali emosi diri, mengatur pernapasan, serta membangun dukungan sosial yang sehat. Selain itu, nilai-nilai spiritual seperti dzikir, doa, dan tawakal dipandang memiliki peran penting sebagai sumber kekuatan psikologis yang mampu menenangkan jiwa dan memperkuat ketahanan mental.
Forum kajian berlangsung secara interaktif dan partisipatif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait tekanan akademik, kecemasan terhadap masa depan, dan tantangan dalam menjaga kesehatan mental. Diskusi ini menjadi ruang yang mendorong keterbukaan serta saling memberi dukungan antarpeserta.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Forum Kajian Psikologi Islam ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai wahana refleksi spiritual yang relevan dengan realitas kehidupan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses pembelajaran yang memperhatikan aspek psikologis dan spiritual mahasiswa. Forum Kajian Psikologi Islam diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam mengelola stres dan kecemasan, sekaligus menumbuhkan sikap sabar sebagai modal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan. (eva/ska)
