
STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu tata kelola perguruan tinggi melalui kegiatan Pendampingan Akreditasi Institusi dan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Jumat (02/01/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pemenuhan standar mutu pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi nasional.
Pendampingan dilaksanakan secara intensif dengan melibatkan pimpinan kampus, tim akreditasi institusi, serta tim Program Studi Pendidikan Agama Islam. Suasana diskusi yang serius namun dialogis tampak dalam setiap sesi, mulai dari pemetaan dokumen, evaluasi capaian standar, hingga penguatan bukti pendukung yang relevan dengan kriteria akreditasi.
Dalam kegiatan ini, STIT Raden Wijaya menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang akreditasi perguruan tinggi, yaitu Bapak Dr. Imron Fauzi, M.Pd.I. dari UIN KH. Achmad Siddiq Jember dan Ibu Erlin Indaya Ningsih, M.Pd.I. dari IAI Miftahul Ulum Lumajang. Keduanya memberikan pendampingan strategis terkait penyusunan dokumen akreditasi, penyelarasan data, serta penguatan narasi kinerja institusi dan program studi.
Bapak Imron Fauzi dalam arahannya menekankan bahwa akreditasi tidak hanya dipahami sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai instrumen refleksi mutu dan keberlanjutan pengembangan perguruan tinggi.
“Akreditasi adalah cermin institusi. Dari sana kita bisa melihat sejauh mana tata kelola, budaya mutu, dan kinerja tridarma berjalan secara konsisten,” ujarnya dalam salah satu sesi diskusi.
Sementara itu, Ibu Erlin menyoroti pentingnya kolaborasi dan keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam proses akreditasi. Menurutnya, keberhasilan akreditasi sangat ditentukan oleh kesatuan visi, kelengkapan data, serta kemampuan institusi dalam menunjukkan praktik baik yang telah dijalankan secara berkelanjutan.
Kegiatan pendampingan ini juga menjadi ruang belajar bersama bagi tim akreditasi STIT Raden Wijaya. Berbagai masukan konstruktif disampaikan, mulai dari penataan dokumen, pemetaan indikator kinerja utama, hingga strategi menghadapi asesmen lapangan. Diskusi berlangsung aktif, ditandai dengan pertukaran gagasan dan klarifikasi data yang dilakukan secara terbuka dan solutif.
Ketua STIT Raden Wijaya, Dr. Drs. H. Imron Rosyadi, SH., MH., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius kampus dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
“Kami ingin akreditasi tidak berhenti pada hasil, tetapi menjadi proses pembelajaran institusi untuk terus berbenah dan berinovasi,” ungkapnya.
Dengan semangat Leadership, Innovative, dan Akhlaqul Karimah, STIT Raden Wijaya optimistis dapat meningkatkan capaian akreditasi institusi dan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat posisi STIT Raden Wijaya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. (eva/ska)
