Tumbuhkan Karakter Kepemimpinan Inklusif, STIT Raden Wijaya Gelar Forum Kajian Kepemimpinan

STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan Forum Kajian Kepemimpinan dengan tema “Kepemimpinan Inklusif dalam Masyarakat Multikultural” pada Jumat (16/02/2024). Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari PCNU Kota Mojokerto dan dimoderatori oleh Bachtiar J, selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIT Raden Wijaya Mojokerto.

Forum Kajian Kepemimpinan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan wawasan mahasiswa terhadap pentingnya kepemimpinan yang inklusif di tengah masyarakat yang beragam secara budaya, agama, dan sosial. Dalam konteks kebangsaan Indonesia yang multikultural, mahasiswa dipersiapkan untuk memahami dan mempraktikkan model kepemimpinan yang mampu merangkul perbedaan serta menjaga harmoni sosial.

Pemateri dari PCNU Kota Mojokerto dalam pemaparannya menekankan bahwa kepemimpinan inklusif merupakan kunci dalam membangun organisasi dan masyarakat yang adil serta berkeadaban. Pemimpin dituntut untuk memiliki sikap terbuka, menghargai perbedaan, dan mengedepankan dialog sebagai sarana penyelesaian persoalan sosial.

“Kepemimpinan yang inklusif bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kepemimpinan tersebut mampu menghadirkan rasa keadilan dan keterlibatan bagi semua pihak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa nilai-nilai keislaman yang berkembang dalam tradisi Nahdlatul Ulama, seperti tasamuh, tawassuth, dan tawazun, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang adaptif terhadap realitas multikultural. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dijadikan pedoman oleh mahasiswa dalam kehidupan organisasi maupun bermasyarakat.

Sebagai moderator, Bachtiar J memandu jalannya forum secara komunikatif dan dinamis. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi serta mengaitkan materi yang disampaikan dengan pengalaman kepemimpinan di organisasi kemahasiswaan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis yang mencerminkan antusiasme peserta.

Forum Kajian Kepemimpinan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan struktural, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan sosial. Mahasiswa diajak untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sikap inklusif dalam memimpin dan berinteraksi dengan masyarakat yang beragam.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT Raden Wijaya Mojokerto menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi kepemimpinan berlandaskan nilai kebangsaan dan keislaman. Forum Kajian Kepemimpinan diharapkan mampu melahirkan calon pemimpin yang inklusif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat multikultural. (eva/ska)