Bangun Demokrasi Kampus, STIT Raden Wijaya Gelar Debat Kandidat Ketua DEMA

Peserta debat kandidat Ketua dan Wakil Ketua DEMA STIT Raden Wijaya Mojokerto menyampaikan gagasan dan pandangan dalam rangkaian pemilihan kepemimpinan organisasi mahasiswa periode mendatang dalam acara debat kandidat pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DEMA pada Rabu (28/10/2026). (DEMA Radja)

STIT Raden Wijaya, Mojokerto – Dewan Mahasiswa (DEMA) STIT Raden Wijaya Mojokerto menyelenggarakan debat kandidat pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DEMA periode mendatang pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh visi, misi, serta gagasan dari masing-masing pasangan calon dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi mahasiswa.

Debat kandidat diikuti oleh dua pasangan calon. Pasangan calon nomor urut 1, Saiful Rahmat Dani dan Muhammad Syafiuddin Ardhian, serta pasangan calon nomor urut 2, Rizki Berliani Putri dan Achmad Nurus Sofi’i Wibosono. Kedua pasangan calon mendapatkan kesempatan untuk memaparkan visi dan misi, menyampaikan program kerja, serta menanggapi berbagai pertanyaan dan isu seputar dinamika organisasi kemahasiswaan.

Panelis dan peserta mengikuti debat kandidat Ketua dan Wakil Ketua DEMA STIT Raden Wijaya Mojokerto Tahun 2026 sebagai bagian dari proses demokrasi dan regenerasi kepemimpinan mahasiswa. (DEMA Radja)

Kegiatan ini menghadirkan tiga panelis, yaitu Ahsanul Anam, S.Th.I., M.Fil.I., Muhammad Taufiqurrahman, M.Pd., dan Satria Kamal Akhmad, M.Si. Para panelis memberikan pertanyaan dan pendalaman terhadap gagasan yang disampaikan masing-masing pasangan calon, khususnya terkait kepemimpinan, pengembangan organisasi, serta peran mahasiswa dalam kehidupan kampus.

Melalui debat kandidat ini, mahasiswa diharapkan dapat menilai kapasitas, gagasan, dan komitmen masing-masing pasangan calon secara lebih objektif sebelum menentukan pilihan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran demokrasi di lingkungan kampus, dengan mendorong budaya berpendapat, berdialog, dan berkompetisi secara sehat.

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DEMA diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai ruang aspirasi, kreativitas, dan pengembangan potensi mahasiswa STIT Raden Wijaya Mojokerto. (eva/ska)