
STIT Raden Wijaya, Mojokerto — Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 STIT Raden Wijaya Mojokerto tidak hanya membahas penyusunan program kerja tahunan, tetapi juga menyoroti arah transformasi kelembagaan menuju bentuk perguruan tinggi yang lebih besar. Agenda tersebut menghadirkan Dr. Imron Fauzi, M.Pd. sebagai narasumber dengan materi “Strategi Pengembangan Kampus Menuju Institut/Universitas.” Raker berlangsung selama dua hari, yang dimulai pada hari Jumat (04/09/2026) hingga Sabtu (05/09/2026) di Arayana Hotel & Resort Trawas dan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, PCNU Kota Mojokerto, serta BPPPTNU Kota Mojokerto.
Dalam pemaparannya, Dr. Imron Fauzi membahas sejumlah langkah strategis yang perlu dipersiapkan STIT Raden Wijaya dalam menghadapi rencana pengembangan kelembagaan. Transformasi menuju institut atau universitas tidak hanya berkaitan dengan perubahan nama dan bentuk kelembagaan, tetapi membutuhkan kesiapan menyeluruh pada aspek akademik, sumber daya manusia, tata kelola, program studi, hingga penguatan budaya mutu.
Pengembangan dan penambahan program studi menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Perguruan tinggi perlu memastikan program studi yang dikembangkan memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat, didukung sumber daya yang memadai, serta memenuhi ketentuan dan standar penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Selain program studi, penguatan kualitas dan kuantitas dosen juga menjadi bagian dari strategi pengembangan kampus. Ketersediaan dosen dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai menjadi fondasi penting dalam pengembangan akademik sekaligus peningkatan mutu perguruan tinggi.
Dr. Imron Fauzi juga menekankan pentingnya membangun roadmap pengembangan institusi yang jelas. Setiap tahapan perubahan perlu memiliki target, indikator, serta strategi yang terukur sehingga proses menuju institut atau universitas dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pembahasan tersebut menjadi semakin relevan dengan materi yang disampaikan oleh Ketua STIT Raden Wijaya Mojokerto, Dr. Drs. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H., pada forum tersebut, mengenai Arah Penguatan dan Pengembangan STIT Raden Wijaya Lima Tahun ke Depan, yang mencakup RIP, Renstra, dan Renop.
Melalui dua perspektif tersebut, Raker menjadi ruang untuk menyatukan gagasan mengenai masa depan STIT Raden Wijaya. Pengembangan kelembagaan diharapkan tidak sekadar mengejar perubahan bentuk, tetapi juga memperkuat kualitas akademik, tata kelola, sumber daya manusia, mahasiswa, serta kontribusi kampus bagi masyarakat.
Raker Tahun Akademik 2026–2027 akhirnya menjadi momentum untuk menyusun langkah bersama menuju STIT Raden Wijaya yang lebih kuat, adaptif, dan siap berkembang menjadi institut atau universitas. (eva/ska)
